Jangan salah mengartikan ya, ini perbedaan darah rendah dan kekurangan darah


Kekurangan darah atau anemia adalah salah satu masalah kesehatan yang sangat sering di alami oleh kaum hawa. 
Karena punya gejala yang mirip dengan tekanan darah rendah atau hipotensi, yaitu berupa rasa lelah dan pusing , maka banyak orang mengira kekurangan darah dan darah rendah itu sama.
Padahal kedua kondisi ini sangatlah jauh berbeda.

Agar tidak salah pengertian, berikut akan dibahas perbedaan kekurangan darah (anemia) dan tekanan darah rendah (hipotensi).

Anemia atau kekurangan darah adalah kondisi ketika kadar hemoglobin (zat merah darah) dalam tubuh seseorang terlalu rendah.Itulah sebabnya anemia sering di sebut juga dengan kekurangan darah.
Sel darah merah yang mengandung hemoglobin dalam jumlah yang cukup akan mampu menyalurkan oksigen ke seluruh tubuh.
Anemia terjadi apabila sel darah merah tidak memiliki kandungan hemoglobin yang cukup, salah satu faktornya karena kekurangan zat besi dalam tubuh.

Kadar normal hemoglobin berbeda-beda tiap orang, sebab tergantung pada usia dan jenis kelamin seseorang.
Pada wanita dewasa, kadar normal hemoglobin adalah 12-16 gram per desiliter (gr/dl), sedangkan pada pria dewasa adalah 13,5-18 gram per desiliter.

Penyebab seseorang bisa mengalami anemia karena berbagai macam hal, seperti produksi darah yang rendah akibat perdarahan, kekurangan zat besi, kekurangan vitamin B12, kekurangan asam folat, ataupun karena adanya penyakit kronis misalnya kanker.

Baca juga : Manfaat minum susu untuk kesehatan tubuh

Biasanya para wanita hamil dan menyusui adalah kelompok orang yang beresiko tinggi mengalami anemia. Itulah mengapa ibu hamil dan menyusui dianjurkan untuk lebih banyak mengonsumsi makanan berzat besi tinggi agar pertumbuhan bayi di dalam kandungannya dapat berlangsung optimal.

Anemia (kekurangan darah) memiliki gejala yang cukup mirip dengan hipotensi (darah rendah), karena kekurangan darah memang bisa turut memengaruhi tekanan darah seseorang menjadi rendah.

Tanda gejala anemia (kekurangan darah) yang biasa dialami yaitu :
  • mulai dari kelelahan.
  • Sering mengantuk.
  • muka pucat.
  • jantung berdetak cepat.
  • sesak nafas.
  • nyeri dada.
  • pening.
  • gangguan kognitif.
  • hingga tangan terasa dingin.
  • Terasa sakit juga di kepala.


Sedangkan hipotensi atau masyarakat sering menyebutnya dengan tekanan darah rendah adalah suatu kondisi ketika tubuh memiliki tekanan darah di bawah angka normal.

Tekanan darah di ukur berdasarkan kekuatan aliran darah yang dipompa oleh jantung ke seluruh tubuh melalui arteri.
Proses masuknya aliran darah dari jantung keseluruh tubuh disebut dengan tekanan sistolik.
Sedangkan proses aliran darah kembali ke jantung di sebut dengan tekanan diastolik.

Tekanan darah biasanya ditunjukkan dengan angka sistolik dan diastolik.
Seseorang mengalami kondisi hipotensi apabila angka tekanan darah menunjukkan angka sistolik dan diastolik di bawah 90/60.

Gejala dari tekanan darah rendah juga bisa dilihat berdasarkan jenisnya antara lain, tekanan darah rendah postural yang bisa dirasakan seseorang yang merasa pandangan menjadi berkunang-kunang
dan merasa pusing dan sempoyongan, terutama saat melakukan perubahan posisi tubuh secara tiba-tiba. Misalnya, dari saat posisi jongkok atau tidur kemudian tiba-tiba berdiri. 

Selain itu ada juga yang disebut dengan tekanan darah postprandial yang dirasakan setelah makan ,maupun tekanan darah yang disebabkan karena kelainan syaraf yang bisa menyebabkan hilangnya kesadaran hingga kematian.

Tanda-tanda seseorang mengalami tekanan darah rendah seperti :
  • Mudah lelah.
  • Kepala pusing.
  • Mual.
  • Pandangan berkunang-kunang hingga kabur.
  • Keringat dingin hingga menyebabkan pingsan dan tak sadarkan diri.

Hipotensi atau tekanan darah rendah sering di alami oleh wanita dari pada pria, akibat perdarahan yang tidak bisa dihindari oleh wanita, seperti menstruasi dan melahirkan.
Selain itu hipotensi juga bisa di sebabkan karena kehilangan cairan akibat muntah-muntah hebat dan diare serta perdarahan, baik melalui sakuran cerna maupun saluran bawah yang terjadi secara tiba-tiba.
Konsumsi obat tertentu juga bisa mempengaruhi tekanan darah menjadi rendah, seperti obat anti darah tinggi, obat penenang atau obat diuresis (yang biasa di gunakan untuk merangsang buang air kecil).

Baca juga : Manfaat konsumsi yogurt untuk ibu hamil dan janin

Perbedaan pengobatan Anemia (kekurangan darah) dan hipotensi( tekanan darah rendah)

Salah mengenali kondisi hipotensi sebagai anemia membuat banyak pengidap hipotensi mengonsumsi zat besi untuk mengatasinya.
Padahal cara ini tidaklah tepat, terlalu banyak mengonsumsi zat besi malah bisa menyebabkan kadar zat besi dalam darah menjadi sangat tinggi, sehingga memicu timbulnya masalah kesehatan lainnya.
Jadi, alangkah baiknya jika anda mengalami pusing dan sempoyongan cari tahu dulu kondisi apa yang menjadi penyebabnya untuk mendapatkan pertolongan atau pengobatan yang sesuai agar kondisi dapat di atasi dengan benar.

Baca juga : wajib tahu ! Kenapa uban tumbuh ketika usia kita masih muda

Hipotensi atau darah rendah bisa diketahui dengan cara mengukur tekanan darah menggunakan tensimeter.
Sedangkan anemia atau kekurangan darah, bisa diketahui dengan mengukur hemoglobin ( zat merah darah) menggunakan hb meter.

Jika anda positif mengalami anemia, maka anda seharusnya banyak mengonsumsi makanan yang banyak mengandung zat besi atau vitamin B12, seperti sayur-sayuran hijau dan kacang-kacangan.

Dan jika anda mengalami hipotensi (darah rendah), anda cukup melakukan istirahat  seperti tidur dan hindari minuman beralkohol ,serta konsumsi makanan dalam porsi kecil, tapi sering, bisa juga meminum banyak air putih, olah raga secara teratur untuk menjaga kesehatan jantung dan melancarkan peredaran darah.

Artikel terkait :

Subscribe to receive free email updates: