Penyakit-penyakit pada gigi

Ilustrasi pemeriksaan gigi

Gigi memiliki banyak fungsi terutama untuk mengunyah makanan. Namun gigi yang kurang terawat akan menimbulkan berbagai macam penyakit pada gigi. Faktor penyebab penyakit pada gigi pun bermacam-macam seperti kurang menjaga kesehatan gigi dan memakan makanan yang manis dan lain sebagainya.

Baca juga : 8 penyakit pada mata dan pencegahannya.

Berikut ini beberapa penyakit pada gigi antara lain :

1. Caries gigi

Diantara penyakit-penyakit gigi yang penting untuk di ketahui ialah caries gigi dan pyorrhoe.
Caries atau bisa di artikan "busuk" ialah suatu keadaan, bahwa gigi menjadi lembek dan keropok, sehingga terjadi lubang pada gigi itu. Adapun sebab-sebabnya dapat di bagi dalam 2 golongan, yaitu :

A. Karena pertumbuhan gigi yang tidak sempurna.
Hal ini dapat di sebabkan karena :

  • Selalu di gunakan untuk mengunyah makanan lembek-lembek saja.
  • Karena kesehatan badan pada umumnya selalu terganggu.
  • Kekurangan vitamin D, kekurangan kalsium.
B. Tidak sempurna perawatannya.
Bila ada sisa-sisa makanan dalam celah -celah antara gigi, maka sisa-sisa itu oleh basil-basil ( yang selalu ada dalam mulut kita ) akan mengalami perubahan-perubahan sehingga terbentuk suatu asam. Asam ini bila terus-menerus berada dalam mulut, maka lama-kelamaan dapat melunakkan email. Bila email sudah rusak, maka dentinpun akan lebih mudah lagi rusaknya. Lubang gigi makin lama makin besar dan dalam. 

Pada caries gigi dapat dibedakan beberapa tingkat penyakit yaitu :
  • Baru email gigi saja yang kena. Pada tingkat ini orang sama sekali tidak merasa nyeri. Yang terlihat hanya titik hitam yang kecil pada tempat itu.
  • Tingkat lanjutnya ialah email dan dentin yang kena. Pada tingkat ini bila orang tersebut makan atau minum yang panas, dingin atau makan yang asam-asam akan berasa nyeri  (linu- linu,ngilu).
  • Pada tingkat ke-3 pembusukan sudah lanjut kerongga gigi. Penderita ini akan terus-menerus merasa nyeri pada giginya ( cekot-cekot) dan juga sakit kepala. Hal ini di sebabkan karena ujung-ujung syaraf yang berada dalam sum-sum gigi terangsang terus oleh toksin yang dibuat oleh basil-basil.
  • Pada tingkat ke 4 pembusukan sudah mengenai kerongga gigi. Rasa nyeri yang tadinya amat hebat sekarang hilang. Hal ini di sebabkan karena semua syaraf-syaraf yang terdapat dalam rongga gigi sudah binasa akibat pembusukan itu.
Tingkat yang terakhir ini dapat di susul oleh suatu absces pada akar gigi yang busuk itu, ( absces ialah timbunan nanah dalam rongga yang sebelumnya tidak ada). Proses pembusukan masih dapat menjalar terus . Nanah yang terdapat pada akar gigi akan mencari jalan keluar.

Bila menuju ke rongga mulut, maka nanah itu dapat di ludahkan keluar atau dapat pula ditelan. Yang terakhir ini dapat menyebabka penyakit lain lagi. Kemungkinan yang lain ialah nanah mencari jalan dengan menembus tulang rahang dan kulit, baru nanah itu keluar ke permukaan.
Bila penyakit sudah sampai ke tingkat ini, maka pengobatan menjadi amat sukar. Maka operasi biasanya satu-satunya cara pengobatan yang di lakukan. 

2. Pyorhoe

Penyakit ini adalah penyakit gigi yang lebih suka menyerang orang-orang yang sudah dewasa dari pada menyerang anak-anak. Sebenarnya adalah penyakit gusi , tetapi karena ada hubungan yang erat sekali dengan gigi, maka dapat di masukkan pula dalam penyakit gigi.

Tanda-tanda atau gejala penyakit ini :
  • Gusi-gusi menjadi lunak dan lemah, sehingga akar-akar gigi tidak dapat tertanam dengan kokoh dalam rahang. 
  • Karena gusi itu tidak lagi menahan dengan kokoh leher gigi, maka antara gigi dan gusi akan terjadi suatu kantung yang dapat menghimpun sisa-sisa makanan dan basil-basil sehingga dapat memperparah penyakitnya.
  • Gigi kelihatan lebih panjang, akhirnya gigi itu menjadi amat kendor tertanamnya dalam rahang, goyang dan akhirnya akan tanggal dengan sendirinya.
Penyebab penyakit pyorhoe :
  • Karena gusi yang tidak sehat . Hal ini di sebabkan karena kekurangan vitamin A dan C.
  • Karena tidak sempurna saat membersihkan gigi, yang akan berakibat timbunan sisa-sisa makanan dan basil-basil.
  • Karena endapan yang tipis yang melekat pada permukaan gigi, endapan ini terdiri dari bahan perekat ( serupa dengan agar-agar ) dan kuman-kuman yang dalam istilahnya disebut dengan Plaque.
Pengertian plaque yaitu plaque tidak berwarna, oleh karena itu tidak dapat di lihat. Untuk dapat di lihat perlu di beri zat pewarna. Zat pewarna plaque dapat berupa :

A. Cairan, bahan dasar dari cairan ini adalah obat merah yang di pakai untuk mengobati luka ( mercurhrum ). Karena rasanya kurang menyenangkan maka dapat di campur dengan bahan-bahan sebagai berikut :
  • Merkurohrum 4,5 gram.
  • Minyak permen 2 tetes.
  • Gula ( sacharin ) 0,1 gram.
  • Air ( aqua ) 90 cc.
B. Pewarna atau teres
Cara memakai zat warna tersebut adalah sangat mudah. Berilah beberapa tetes zat pewarna plaque pada lidah. Oleskan pada seluruh permukaan gigi , sesudah itu kumur-kumurlah dengan air satu kali. Bila pada permukaan masih ada zat pewarna maka merupakan suatu tanda bahwa permukaan gigi-gigi ada plaquenya.

C. Karang gigi
Pada waktu bernafas, zat oksigen masuk ke dalam paru-paru dan gas asam arang di keluarkan dari paru-paru. Bila gas asam arang ini bercampur dengan garam-garam kalsium ( garam dapur ) yang terdapat dalam ludah, maka akan terjadilah endapan dari carbonat-carbonat Ca.

Bila endapan-endapan itu melekat pada gigi-gigi  di sebelah atas gusi, maka disebut karang gigi di atas gusi.
Bila terjadinya pada permukaan gigi antara gigi dan gusi, maka disebut karang gigi di bawah gusi.
Karang gigi makin lama dapat makin besar dan tajam, dapat melukai lidah atau gusi. Karena luka-luka itu, maka akan mudah terjadi suatu peradangan yang dapat berakibat buruk pada gigi dan bagi kesehatan orang itu pada umumnya.

Pemeriksaan gigi yang dapat anda lakukan seperti :
  • Ada tidaknya gigi yang berlubang.
  • Apakah gigi sehat atau tidak.
  • Bersih atau tidak keadaan mulut anda.
Mungkin itu saja penyakit-penyakit pada gigi. Untuk senantiasa memastikan bahwa gigi anda sehat sebaiknya kunjungi dokter gigi minimal 6 bulan sekali.
Jika terdapat masalah pada gigi jangan di sepelekan, apabila telah di obati menggunkan obat tanpa resep dokter dan belum kunjung sembuh, alangkah baiknya langsung saja periksakan masalah anda ke dokter gigi terdekat.

Baca juga :

Subscribe to receive free email updates: